Old Article
Hallo good afternoon... Udah lama gak posting di sini. Punya banyak sosial media membuatku murtad tuk kesekian kalinya dari blog ini. Sebenarnya ingin nulis lagi, tapi masih belum ada semangat buat nulis. dan kemudian kemarin sebenarnya udah nulis satu artikel tapiii... did you know? tulisanku atau draftku kehapus alhasil, selama seminggu aku murka hahahhaaaa... Jadi sensitif kalo mau nulis lagi.... so that's why, today I want to post my old article..
Artikel ini ditulis udah lamaa bangeet waktu aku masih pakai putih biru hehehee...
Long time ago, when I was boried at my room,
I take my pen and my papper...
and then.... taraaa...... (back sound: drum)
Artikel ini ditulis udah lamaa bangeet waktu aku masih pakai putih biru hehehee...
Long time ago, when I was boried at my room,
I take my pen and my papper...
and then.... taraaa...... (back sound: drum)
Rencana yang Tidak Terduga
Oleh: Arvina Muslimah
“Hei....! Ngapain
kamu berantakin kamarku? Udah rapih-rapih malah kamu berantakin loh!!”
Tiba-tiba suara yang nyaring terdengar
dari jendela, dan pada saat itu Arvi terkejut kemudian mengumpulkan dan membuang
sampah yang berserakan di kasur Kak Ria. Arvi begitu bahagia setiap hari melihat
wajah kakaknya seperti itu, wajah orang terkejut ketika melihat apa yang ia
perbuat.
Seiring
berjalannya waktu, Arvi menjalankan rencana ampuhnya, untuk mendesak Kak Ria
supaya mengakui adanya hak Arvi di kamarnya. Arvi kemudian mengambil cat air,
kuas, dan palet untuk melancarkan aksinya. Arvi menggerak-gerakan kuas dengan
tangannya yang mungil kearah poster dan cermin di kamar Kak Ria dan dirinya
tidur.
“Ya
ampun........ Apa- apaan ini????” Kak Ria berteriak dan menbangunkan Kak Ana yang
sedang tidur di kamar sebelah. Setelah melihat gambar yang menyerupai
orangan-orangan sawah dan benang ruwet terdapat di cermin dan poster di kamar
Kak Ria, Kak Ana berkata, “siapa lagi orang di rumah ini kalau bukan...!” Arvi...........!
Teriak Kak Ana dan Kak Ria. Arvi yang sedang menonton tv dan memakan camilan
itu tertewa dan hampir tersedak. Arvi tidak menduganya bahwa dia akan dihukum
untuk membersihkannya.
“
Kak Ana jahat!! Aku ini hanya ingin memberi tahu Kak Ria kalau kamar itu bukan
punya dia saja, tapi punyaku juga.”
Ternyata
Kak Ana baru mengetahui sebab pertengkaran kedua adinya. Akhirnya Arvi pindah
di kamar Kak Ana, dan Kak Ana selalu membantu dan membimbing Arvi dan nilai
sekolah Arvi lumayan baik. Akhirnya Kak Ria tidur sendiri di kamar yang tadinya
ditempati oleh dirinya dan Arvi, walaupun begitu Arvi masih sedikit menggoda
Kak Ria karena Kak Ria kurang perhatian kepada Arvi.
Baru
satu tahun Arvi hidup damai dengan kakak- kakaknya, tapi karena ingin
melanjutkan sekolah Kak Ana pun
memutuskan berpisah dengan kedua adiknya. Malamnya ketika kedua kakaknya sedang
tidur, Arvi menyembunyikan tiket bus yang terletak di meja belajar, kemudian ia
simpan di kolong kasur tempat tidurnya. Paginya Kak Ana memberikan surat kepada
adik-adiknya, ia berpesan jangan dibuka sebelum ia berangkat.
”kena juga umpanku, kemungkinan surat
yang aku tulis semoga saja terjadi pagi ini!” batin Kak Ana sambil melirik
kearah meja belajar.
Kak
Ana pun berangkat sambil melambaikan tangannya. Arvi yang begitu yakin, pasti
kakanya akan kembali untuk mengambil tiket bus yang ia sembunyikan.
“Hei
cepat buka suratmu, bengong aja, aku mau lihat!!”senggol Kak Ria.
“Apa
loh kakak ini, kan sudah punya surat
sendiri, bacanya sendiri-sendiri lah!!”
sahut Arvi dengan muka yang terkejut. Kemudian Arvi masuk kamar dan membacanya.
“ Arvi adiku
sayang sekarang kamu semakin dewasa, sudah terbukti ketika kakak berangkat kamu
tidak mencegahnya. Maaf ya Vi tiket yang kamu sembunyikan itu tiket minggu lalu,
tiket yang hari ini sudah ada di dompet kakak. Kamu dengan Ria jangan
bertengkar lagi ya. Kakak janji setiap libur semester akan pulang ke rumah dan
memberikan oleh-oleh coklat kesukaanmu. Sampai jumpa semester depan ya.”
Arvi pun sadar bahwa sepandai-pandainya
dia merencanakan sesuatu, jika sering- sering pasti akan tertebak oleh
kakaknya. Sekarang yang Arvi lakukan hanyalah menunggu kakaknya pulang dan
belajar dengan baik supaya membanggakan kakaknya.
Nah....
Gaje sih (read: tidak jelas), tapi ya begitulah...
Thank you for your reading... see you next time
Komentar
Posting Komentar