Good Morning......



“Good Morning for we are still young...!”
“Good Afternoon for you are already get your dream..”
“Good Evening i do know for who.”
“Then Good Night for everyone. We will meet that together..!”
Itu bukan omong kosong dan bukan keegoisan seorang remaja. Yang menginspirasi itu adalah guruku dari guruku sendiri. Oke, diperjelas.
Jadi disebuah morning breaving. Ada seorang guru yang sudah lebih tua dari rekan-rekannya. Beliau berumur kurang lebih enam puluhan. Diberikan kesempatan memimpin sebuah morning breaving di sekolah.
 “Good afternoon!” Itulah kata yang beliau ucapkan pertama kali.
Tentu gelak tawa lah yang mengisi ruangan itu. Secara itu morning breaving tapi beliau bilang afternoon. Namun beliau hanya tersenyum selayaknya tak terjadi kesalahan apapun. Di situlah salah satu guru lain menaruh curiga karena melihat kejadian itu.
“Ya, good afternoon untuk saya yang hidupnya sudah menjelang malam.” Kata guru yang lebih tua itu.
Akhirnya guru-guru lain mengerti kenapa beliau berkata good afternoon di pagi hari. Setelah diberikan penjelasan panjang lebar olehnya.
Guru ini hanya ingin memberi tau bahwa kita yang masih muda itu masih bisa meraih cita-citanya. Bahwa yang katanya sudah berkepala dua dan tiga atau empat itu sudah afternoon. Kata beliau tidak tuh. Selagi mereka-mereka belum meraih impian dan cita-citanya.
Tau arah gerak parabola kan. Disana terdapat titik A (waktu bola mau dilempar). Kemudian titik B. Lalu titik C (titik puncak), titik D dan titik E (titik dimana bola itu jatuh).
Nah sebelum kita meraih masa puncaknya kehidupan. Lalu sebelum kita meraih cita-cita kita disitulah posisi masih pagi, berada dititik A dan B. Ketika kita berada dimasa kesuksesan yang diimpikan baru disitulah pertengahan hari terjadi, dititik C. Kemudian setelah masa kesuksesan atau masa puncak itu usai barulah bisa disebut afternoon, dititik D dan E. Jadi afternoon bukanlah berdasarkan jumlah kepala yang dipunya, tapi berdasarkan apa yang telah kita raih dikehidupan pertama.
Dikehidupan kedua disitulah malam tiba. Malam yang masih misterius. Semua tidak tau apa yang telah terjadi nanti kalau seseorang meninggalkan dunianya.
Itu yang dijelaskan guruku. Yang terinspirasi dari guru lain yang juga guruku.
Oke, hidup itu sekali setelahnya adalah mati. Hahhaa itu salah. Menurutku hidup itu berkali-kali. Yang hanya sekali adalah mati. Karena kehidupan pertama manusia ada di dunia, setelah itu mati. Lalu dihidupkan kembali untuk menuju ke kehidupan selanjutnya. Kehidupan yang kekal abadi..
Kesimpulanku sih manusia itu seharusnya memanfaatkan waktu, kesempatan, serta apapun yang diberikan selama itu baik. Baik buat diri sendiri, orang lain dan dalam segi apapun. Untuk meraih impiannya. Setelah itu manusia akan mempertanggung jawabkan apa yang telah diperbuatnya.
NANTI pada waktunya......

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Raining Season

Old Article

Just New Hobby