My Story

Im starting to writing again..

Hai, How are you? Im never feeling better writing that this time. Alright lets go to what i want write. Hehee..

Sebenernya aku belum ada ide, tapi lagi ngebet nulis. Oke deh, cerita (baca: nulis) yang kemaren aja. Ehmm.. oh iya ngomong-ngomong ini gak ada yang nyambut Aku? Apa!? Jangan bilang enggak ada!? Ini aku habis UN loh! Habis perang ngelawan titah Raja. Aduh makin ngelantur. Yaudah deh mohon doanya temen-temen ya. Doain aku lulus SMA dengan nilai yang baik (amin) dan aku berharap diterima di SNMPTN juga, atau lolos SBMPTN amin ya Allah.

Baiklah, ceritanya sebenernya hari setelah UN berakhir. Kemudian hari setelah aku cari PTS di Jogja (23/4). Lalu (24/4) balik ke Solo. Nah, ini tepatnya kisahnya bermula. Jadi selama di Jogja, (gak lama sih, tiga hari) Aku ngerasa banget jadi anak kost sungguhan. Ruangan bener-bener 100% milikmu sendiri dan tidur pun tentram karena gak ada suara-suara kendaraan yang berisik di depan rumah. Namun, namanya dinamika hidup, (ehm bijak dikit) ada suka tentu ada dukanya. Dukanya apa? Dukanya aku makan cuma sekali dalam sehari dan itu masak sendiri. Yaampun, ngebayangin betapa kurusnya nanti diriku, jika bener-bener dilepas (baca: Kost). Oke itu gak terlalu penting. Yang penting justru malah hal yang gak penting sebenernya. Apa hal yang gak penting itu? yaitu aku baca buku. Bukunya itu bilang tentang Seeding atau apa gitu, oh Gardening gitu juga lah. Aku kan jadi penasaran, soalnya sebagian jiwaku mendesak buat aku baca buku itu. Eh taunya bukan tentang plant atau land dan the real seeding on the field tapi tentang ads. Yap Advertising. Buku itu bilang bahwa kita hidup dijaman yang mana jika kamu menanam maka semua orang yang akan mendapatkan manfaatnya. Yang artinya kita manusia abad 21 hidup di jaman serba informasi dan teknologi yang mana jika seseorang menulis artikel atau informasi baik, maka semua orang akan mendapatkan manfaatnya. So berbuat baik di abad 21 simpel kan sob! We share what we have. Gitu istilahnya.

Kita juga harus jadi manusia yang kreatif. Atau kalau nasehatnya Ki Hajar yang kurang lebih adalah kita harus memperhatikan, meneliti, (niroke) menirukan, dan tentunya menambahkan atau memodifikasi. Itu modal manusia abad 21 untuk hidup dan survive di bidangnya masing-masing. Wah makin yakin dan berasa jadi manusia abad 21 kan.(efek film doraemon yang abad 21 itu terkesan jauuuuh banget)

Oke dan di buku itu juga aku nemu storynya founder yang juga volunteer @akber, Akademi Berbagi, Mrs Ainun Chomsun. Lagi-lagi ini gak penting yang jadi penting buat temen-temen yang pingin nambah ilmu dan pesertanya tidak perlu bayar sepeser pun. Jadi @akber ini adalah kelas gratis tis tis. Volunteer adalah pengurusnya, dan ada kepala sekolahnya juga loh. Info lengkapnya http://akbersolo.blogspot.com/search/label/about

See.. Masih ada banyak orang baik di Indonesia. Terutama Jakarta. Karena Mrs Ainun ini berada di jakarta. Dan dibuku itu diceritakan bahwa @akber berada di berbagai kota besar Indonesia. Termasuk Solo, yang namanya @akbersolo. Nah @akber di kota-kota tersebut itu adalah inisiatif dari masing-masing masyarakat kota tersebut. Nah see again! Banyak orang baik di Jakarta, Solo, Jogja, Kalimantan, Bali dan kota-kota seluruh Indonesia. Actualy many Indonesian people care about their country and their culture. So we just to gather in one place to talk about it. Jadi hal ini yang menampar keras diriku terutama, bahwa kota besar adalah sarang para koruptor, dan para penyiksa kaum kawula. Ternyata itu salah. Ternyata masih banyak orang yang jiwanya tidak lepas dari dan utuk berbuat kebaikan. Kindness..

Jadilah (25/4) jam 3 sore aku ikutan kelas @akbersolo di Hotel Margangsa, Surakarta. Kebetulan Itu tentang coaching buisness gitu, dan aku lah satu-satunya pelajar SMA yang terpaksa dan memaksakan diri sendiri untuk memalsukan asal atau alamat dengan menulis kampus UMS (Universitas Muhamadyah Surakarta). Oke itu karena semua temen-temen akber yang ikut kelas adalah anak kuliah semua dan mereka menuliskan kampus mereka. Sementara aku?! Aku menjadi bunglon saat itu. Berkamuflase lah dengan memalsukan asal hehee.. Aku masuk dan duduk di depan (ciri masyarakat ekonomi asia gituu deh). Oiya, dan sendirian. Sendiri lagi, sendiri lagi.. Hufft.. hampa hidupku tanpa sohibku.

Yap baiklah, jadi sendiri tadi membuatku menjadi kalem, dan manis (baca: diem aja). Dan yang terpenting aku jadi pengamat yang lumayan baik. Karena sebenernya selain aku menangkap materi yang belum sama sekali aku kenal sebelumya (buisness), sesekali aku memperhatikan teknis persentasinya. Dan GILAA beliau-beliau sang pembicara benar-benar profesional. Walaupun tak dibayar sekali pun. Walaupun sempat terjadi masalah dalam microfone, LCD proyector, dan gangguan lainnya, tak ada sampai hitungan detik ketiga ruangan itu tidak hening lagi. I like this. Aku ingat kata-kata Pak Soleh guru Bahasaku bahwa dalam seminar, talk show, ataupun pertunjukan apapun, jika terjadi hening selama tiga, empat bahkan lebih dari lima menit, bisa dikatakan acara itu telah gagal.

Tapi menurut hatiku yang menilai, acara ini tidak gagal sama sekali. Bahkan aku enjoy didalamnya. Tertawa lepas. INGAT itu sendiriAN! So its mean I has one good progres.. Im enjoy and confident then not shy at all.. hehee.. keren kan!
Little little i can lah istilahnya. So what's your problem? Ah sendiri?! Gak masalah tuh. Justru jadi terbiasa. As long as you have God and your parents in your heart. It easy man..

Di kelas itu aku banyak belajar. Bahwa jangan dipikir enak jadi buisness man, bisa gak tidur. Kita juga harus "bakar kapal" artinya bener-bener kerja keras sampe berdarah-darah untuk memajukan perusahaan yang dibangun. Itu juga berdasarkan hobi, hal-hal di sekeliling kita, atau lihat dari sisi peluang. Dan terus berlatih, khusus buat poin terakhir adalah gak dalam dunia bisnis aja, bahwa di dunia apapun yang kita pilih. Maka berlatih lah. Gak cuma bisnis yang melakukan dengan sebaik-baiknya. Kalau jadi guru atau pekerja intansi manapun, harus melakukan dengan sebaik-baiknya. Bahkan Guru PKnku, Bung James pernah bilang, bahwa didunia ini lakukanlah sebaik-baiknya kalaupun jadi tukang sapu maka lakukanlah atau menyapulah sebaik-baiknya. Lalu selain itu, pengalaman lah yang aku cari dari mereka. Karena gak perlu membutuhkan waktu hingga berpuluh-puluh tahun untuk tau bagaimana cara bisnis yang baik. Aku gak perlu jatuh-bangun untuk tau mana yang salah. Aku hanya perlu melakukan apa yang baik yang dilakukan dan menghindari kesalahan yang mereka lakukan, dan aku akan simpan waktuku untuk tipe kesalahan yang belum pernah dihadapkan pada siapa pun. Aku akan bertarung dengannya dan memenangkannya untuk menceritakan kesalahanku pada generasi muda setelah aku tua. Dan mereka akan melakuan apa yang aku lakukan waktu aku muda. Dan akan meneruskannya pada generasi muda seterusnya. Its like my satus on facebook. About dreaming and mirror. https://www.facebook.com/arvina.muslimah/posts/685939211512451?pnref=story 
Jadi kasus mimpi dan kaca ini juga tidak terikat pada bisnis. Ini juga dipakai dalam khidupan luas. Dulu aku prnah memakainya waktu kelas 10 dan 11 SMA. :)

Sungguh Maha Besar Allah. Sang Pencipta Alam.

Thanks for reading.. my friends

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Raining Season

Old Article

Just New Hobby