Hari Gini Masih Peduli "Apa Kata Orang?"

Ini hari jumat. Oiya tak lupa aku mengucapkan selamat Hari Buruh buat Indonesia. Hehe..
Kenapa aku katakan buat Indonesia? Karena di Indonesia lah aku tinggal. Apaan sih?

Oiya, besok penghujung mingguan. Hari Sabtu dengan malam keramatnya para jomlo, yaitu Sabtu malem.. Hahahaa.. Sabtu malem lho, bukan malem Minggu. Ini agak sensitif (baca: ngenes) buat temen-temen sekalian yang jomlo.

Ngomongin malem Minggu nih. Sebagian orang pada ngapelin temen specialnya, dengan persiapan yang WAH!! Pake kemeja yang terbaik, pake jeans terbaru, dan pake sepatu yang sianggnya barusaan aja kering. Pake parfum 3x5 kali semprot ke seluruh sudut ruangan, eh? seluruh tubuh maksudnya.

Hal ini diharapkan buat kita tampil perfect di depan cewek. (Lha aku kan cewek?) Oh, ini persiapan para si cowok maksudnya.

Ketika Ayahnya si cewek ikut keluar.

Nah, si cowok ngarep banget buat dapet perhatian si calon mertuanya ini bahwa, "ini lho gue, pantes buat ngedeketin anak lo. Liat baju gue, liat celana gue, liat sepatu gue. KEREN KAN! HA? HA? KEREN DONG PASTI!" yang diungkapkan secara diam-diam di hati yang paling ujung.

"Ketek gue juga wangi nih! WUSSHH!!" Lagi-lagi ini hanya terjadi di otak sang cowok. Berharap sang calon ayah mertua melihat ketampanan dan kesempurnaan si cowok serta teketuk pintu hatinya pada si cowok.
 Ternyata Ayah si cewek cuma ingin bilang,"Eh Tong! Ntar kalo pulang beliin rokok satu kerdus. Nih duitnya."
Si cowok cuma bisa berkata dalam hati ,"WHAATT?? ketampanan gue gak mempan... "

Cerita lain adalah ketika seorang perempuan di kereta.

Nunggu kereta dateng sambil makan "roti O" di ruang tunggu. Ternyata disampingnya ada pria muda dengan menggenggam handphone Iphone keluaran terbaru, yang harganya termahal. Namun sang perempuan gak terlalu mengetahuinya. Si pria mencoba memamerkan handphonenya kepada semua orang yang ada di ruang tunggu, dengan cara yang tersirat. Si pria memutar-mutarkan handphonenya, beberapa kali terlihat seperti sibuk menerima chat dari seseorang, dan cara yang terakhir menaruh handphone di atas pahanya, sangking terobsesi untuk memamerkannya, diletakkanlah handphonenya secara terbalik. Supaya logo Applenya terlihat. Oke, si perempuan akhirnya tau kalo itu handphone keluaran apple. Tapi apakah penting untuk tau kalo itu ternyata handphone mahal. Atau sang perempuan malah mungkin tidak tau seberapa mahal harganya.

Cerita lain lagi adalah ketika seorang gadis diajak pergi ke museum lokomotif di Malang. Buat tampil perfect dia mandi 5 jam (wuiidihhh lama betul). Pakai gaun saintai terbaiknya. Dandan dengan begitu halus dan lembutnya. Pake parfum 5x5 kali ke seluruh tubuh. Pake wedges terbaru dan tas terbagus. Yang berharap ketika ia dateng ke museum, semua orang memandang kepadanya. Namun realnya. Apakah orang-orang disana begitu mempedulikannya? Apakah peduli wedges merek apa yang dipakai si gadis ini? Mungkin iya  semua yang melihatnya mengakui kecantikannya. Tapi setelah itu, apakah iya terus si gadis ini diperebutkan foto bersama bak artis papan atas? Kan enggak. Karena semua yang datang ke museum ingin melihat-lihat koleksi museum, bukan untuk melihat sang gadis kan?

Jadi maksudku di sini adalah..
Jangan terlalu memikirkan apa yang dipikirkan orang lain tentang diri kita. Jangan ambil pusing tentang apa yang mereka lihat dan mereka tanggap tentang kita. Yang penting itu hati. Ketika hatimu baik, maka baik lah semua anggota tubuhmu. Namun, jika orang lain tetap saja merasa tidak suka denganmu. Ya itu hak mereka. Biarkan mereka yang tidak memihakmu. Azzeek.. Duh jadi malu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Raining Season

Old Article

Just New Hobby