ROC #11 Ada yang Tak Bisa Ku Pungkiri
Setiap Hari, hidup itu sulit.
Kata Allah hidup itu adalah masalah, kalau kita tidak ingin punya masalah ya ngga usah hidup. Ada beberapa hal dalam hidup yang ngga bisa kita pungkiri seiring berjalannya waktu. Salah satunya adalah, semakin hari hidup semakin sulit. Uang mengalami inflasi setiap tahunya. Beng-beng jaman aku SD aja sulu seharga 1000 rupiah. Sekarang?! 2500-3000 rupiah. Itu aja baru beng-beng, gimana harga rumah, tanah, mobil, dll. Jadi setiap hari hidup semakin sulit.
Setiap hari, tanggung jawab semakin bertambah.
Sebagai manusia fitrahnya pasti memiliki pasangan dalam hidup. Kalo sekarang aku jomblo, hidup mah kemana-mana enak karena masih sendiri. Tanggung jawabnya masih untuk diri sendiri. Mau ketempat A, B, C, D sampe Z dan ngatur waktunya gampang banget. Mau makan, cari temen yang belum makan dan ajak makan bareng. Mau berenang, cari temen yang hobinya sama-sama berenang. Mau belajar, kumpul sama orang yang suka belajar. Mau karokean, yaudah kumpul sama temen yang sering nyanyi. Kalo pun temenku pada enggak bisa dan mereka punya urusan selain hobi yang sama, ya yaudah tak jarang aku pergi sendir.
Namun pada saatnya nanti, aku pasti juga akan memiliki pasangan. Ketika itu kewajiban dan tanggung jawabku bertambah. Selain sebagai anak dari kedua orang tuaku, sebagai adik dari kedua kakakku, dan seseorang di masyarakat, tanggung jawabku akan bertambah. Sebelum itu pastilah ada banyak hal yang musti aku pelajari dan cari tau. Ketika melihat kakak perempuanku menikah pun, kurasa tanggung jawab tak sekedar sampai menjadi isri seseorang. Ada tanggung jawab lainnya. Menjadi keluarga baru di keluarga suaminya. Pokoknya setiap hari, tanggung jawab semakin bertambah. Pasti ketika memiliki pasangan akan dikaruniai keturunan. Semakin bertambah pula tanggung jawabku sebagai seorang ibu. Dan seterus-terusnya sampai tanggung jawab di hari tua.
Untuk sekarang, semakin bertambah umur semakin banyak pendidikan formal dan non formal yang aku ikuti. Semakin diakuinya aku di tempat aku belajar, semakin besar tanggung jawabku ketika aku lulus dari sana nantinya. Jadi setiap hari tanggung jawab kita sebagai manusia semakin besar.
Setiap hari, badan kita semakin melemah.
Waktu masih kecil kadang kita suka bandel dan ngga mau dengerin apa kata orang tua kita. Ketika disuruh istirahat tidur siang, kadang kita mencuri-curi waktu dan kabur untuk main di luar. Kemudian bayangin berapa pohon atau pohon di rumah siapa aja yang udah kamu panjat ketika masih kecil sepulang sekolah. Berapa kali kamu berantem rebutan barang dengan saudaramu. Berapa lama kamu marah, menangis atau tertawa sewaktu kecil? Lama kan. Iya lama banget. Sampai serasa energimu tak pernah habis.
Ketika kita muda, berapa beban berat barang yang kuat kita angkat? Galon, beras, kardus yaa. Ketika muda kita kuat. Kemudian berapa lama dan jauh kita kuat berkendara? Berapa lama kita kuat bermain game, begadang dan melakukan hobi kita? Ketika muda kita rela dan kuat begadang, bahkan tak sadar berjam-jam waktu yang digunakan untuk melakukan hobi kita bukan.
Namun secara tak sadar, setiap hari kita semakin melemah. Sekarang kita udah engga bisa marah, nangis atau ketawa sampai berjam-jam atau seharian. Nanti ada saatnya masa kita udah sulit mengankat barang berat, ada saatnya sulit berkendara jauh dan kita semakin hari semakin melemah. Suatu saat kita akan menua dan mati. Yang tadinya bangun tidur langsung beranjak dengan cepat, ketika tua pasti butuh waktu untuk meluruskan badan, mengankat dan menguatkan badan, bahkan mungkin nanti kita membutuhkan tongkat penopang badan untuk berjalan.
Sebenernya ada satu cara agar kita kuat ngehadapi masalah itu, yaitu dengan ilmu dan iman. Dengan ilmu kita kaya. Dengan ilmu kita terhormat. Dengan ilmu kita semua terjamin kehidupannya. Namun enggak cuma ilmu. Ilmu aja tanpa iman, apa jadinya manusia. Sombong, angkuh, pamer, dll. Dengan iman kita semakin sabar. Dengan iman kita semakin tau apa visi di dunia. Dengan iman kita bisa mencontoh Fatimah. Memikirkan dunia ini hanya sebentar dan semua balasan dan ganjaran atas kesabaran akan dibalas di akherat. Dan karena inilah aku semakin semangat untuk tidak ngebuang waktu yang aku punya. Untuk sebisa mungkin memanfaatkan waktu luang untuk ikut majelis ilmu. Untuk sebisa mungkin menjaga ukuwah bersama teman-temanku. Karena siapa yang tau. Tua tak ada obatnya, pun juga mati. Kita pasti akan mati. Dan aku engga mau mati disaat aku lagi melakukan maksiat yang selama ini aku lakukan. Aku mau mati ketika aku berada di jalan Allah.
dan
"Barang siapa yang keluar untuk mencari ilmu, maka ia berada di jalan Allah hingga ia pulang." HR. Turmudzi.
Engga ada yang tau masa depan kecuali Allah semata. Jadi manfatin waktu kita untuk hal yang positif. Kalau kata ustd. Felix, mata dan telinga adalah mulut jiwa. Jadi Isi mulut jiwamu dengan makanan ilmu yang nantinya akan meningkatkan imanmu.
Sebenernya ada satu cara agar kita kuat ngehadapi masalah itu, yaitu dengan ilmu dan iman. Dengan ilmu kita kaya. Dengan ilmu kita terhormat. Dengan ilmu kita semua terjamin kehidupannya. Namun enggak cuma ilmu. Ilmu aja tanpa iman, apa jadinya manusia. Sombong, angkuh, pamer, dll. Dengan iman kita semakin sabar. Dengan iman kita semakin tau apa visi di dunia. Dengan iman kita bisa mencontoh Fatimah. Memikirkan dunia ini hanya sebentar dan semua balasan dan ganjaran atas kesabaran akan dibalas di akherat. Dan karena inilah aku semakin semangat untuk tidak ngebuang waktu yang aku punya. Untuk sebisa mungkin memanfaatkan waktu luang untuk ikut majelis ilmu. Untuk sebisa mungkin menjaga ukuwah bersama teman-temanku. Karena siapa yang tau. Tua tak ada obatnya, pun juga mati. Kita pasti akan mati. Dan aku engga mau mati disaat aku lagi melakukan maksiat yang selama ini aku lakukan. Aku mau mati ketika aku berada di jalan Allah.
dan
"Barang siapa yang keluar untuk mencari ilmu, maka ia berada di jalan Allah hingga ia pulang." HR. Turmudzi.
Engga ada yang tau masa depan kecuali Allah semata. Jadi manfatin waktu kita untuk hal yang positif. Kalau kata ustd. Felix, mata dan telinga adalah mulut jiwa. Jadi Isi mulut jiwamu dengan makanan ilmu yang nantinya akan meningkatkan imanmu.
Komentar
Posting Komentar